9A
Wisudawan 9A
Bersama wali kelas
Pak Hoirul Nasihin & Musyrif Ustad Muhammad Khoir
9B
Wisudawan 9B
Bersama wali kelas
Pak Husein & Musyrif Ustad Iqbal
Dari rumah, cinta itu dimulai
Teruntuk Ayah dan Bunda,
Rasanya baru kemarin kami melihat ananda datang dengan wajah yang menggemaskan, tawa yang lepas, tingkah ceria serta ocehan yang lugu.
Hari demi hari berlalu begitu cepat, Kerinduan yang dulu mengkhawatirkan mulai memudar menjadi doa, dan keyakinan. Ruang kelas yang dulu terasa asing perlahan dipenuhi cerita, tawa, proses belajar, dan perjalanan bertumbuh yang begitu berharga.
Namun di balik semua itu, kami sadar ada rumah yang menjadi mereka tempat kembali.
Ada doa yang tidak pernah putus selepas sujud. Ada kekhawatiran yang sering disimpan sendiri. Ada pelukan, nasihat, dan kasih sayang yang diam-diam menjadi kekuatan terbesar bagi anak-anak untuk terus melangkah.
Terima kasih telah mempercayakan ananda sholeh Ayah dan Bunda kepada kami. Menjadi bagian kecil dari perjalanan tumbuh mereka adalah kehormatan yang akan selalu kami syukuri.
Jejak yang tinggal di hati
Untuk para pejuang yang membersamai perjalanan ini, bapak ibu guru dan Musyrif,
Siswa datang dan pergi silih berganti, datang sebagai siswa dan pergi sebagai keluarga.
Sesungguhnya kami tidak pernah benar-benar melepas murid, karena sejatinya langkah mereka kan selalu diiringi oleh bekal, ilmu, dan doa yang bapak-ibu, dan asatidz panjatkan.
Terimakasih sudah membersamai anak-anak dengan kehangatan dan kesabaran juga ketulusan.
Terimakasih juga telah membersamai anak-anak belajar dan berkembang, tidak hanya Pelajaran tapi juga tentang keberanian, tanggung jawab, adab, dan cara menjadi manusia yang baik.
Terima kasih untuk setiap nasihat yang mungkin harus diulang berkali-kali, untuk setiap doa yang diam-diam dipanjatkan, dan untuk setiap kesabaran yang sering kali tidak terlihat.
Mungkin suatu hari nanti anak-anak akan lupa tentang tugas atau materi yang pernah dipelajari. Namun mereka akan selalu mengingat guru yang membuat mereka merasa didengar, dipercaya, dan diterima apa adanya.
Dan tanpa disadari, hal-hal sederhana itulah yang akan menjadi jejak paling hangat di hati mereka.
Anak-anak kami, bertumbuhlah
Untuk anak-anakku wisudawan Angkatan XI,
Hari ini mungkin terasa seperti akhir dari banyak hal. Padahal sesungguhnya, ini adalah awal dari perjalanan baru yang akan membawa kalian menuju dunia yang lebih luas.
Kami masih mengingat bagaimana kalian bertumbuh sedikit demi sedikit—melewati hari-hari yang penuh cerita, belajar memahami diri sendiri, belajar tentang persahabatan, tentang kegagalan, tentang bangkit kembali, dan tentang arti perjuangan.
Mungkin beberapa tahun ke depan kalian akan merindukan hal-hal sederhana yang dulu terasa biasa saja: dibangunkan saat shalat tahajud, Sarapan bubur menggunakan tangan tanpa sendok, makan Bersama, atau momen kecil yang tidak sempat dihargai karena terasa akan selalu ada, padahal semua itu kan sirna seiring perpisahan.
Ke mana pun kalian melangkah nanti, bawalah ilmu dengan rendah hati, bawalah adab dalam setiap langkah, dan tetaplah menjadi pribadi yang lembut hatinya.
Dunia akan terus berubah, tetapi semoga kalian tidak kehilangan nilai-nilai baik yang pernah tumbuh di tempat ini.
Dan jika suatu hari nanti kalian menoleh ke belakang, semoga sekolah ini tetap menjadi salah satu rumah yang paling hangat untuk dikenang.
Konfirmasi kehadiran dan jumlah tamu
SMPIT Insan Mandiri Cibubur